Breaking News

Monday, September 8, 2014

Ilmuwan dari 48 Negara Bahas Perilaku Gunung Api

Ilmuwan dari 48 Negara Bahas Perilaku Gunung Api
Sebanyak 48 negara akan mengirimkan delegasi dalam konferensi internasional City on Volcano di Yogyakarta pada 9-13 September 2014. Para ahli gunung api itu akan membahas bagaimana masyarakat bisa hidup harmoni di daerah yang ada gunung apinya. 

"Konferensi ini menjembatani ilmu tentang gunung berapi dengan masyarakat," kata Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Surono, Jumat, 5 September 2014.

Indonesia merupakan negara yang paling banyak memiliki gunung api, yang mencapai 127 gunung. "Di Indonesia ada 4 juta orang yang tinggal di daerah rawan bencana gunung api," ujar Surono. Saat erupsi Merapi 2010, kata Surono, terdapat sekitar 1 juta pengungsi. “Letusan gunung api di Jepang pada 2011 hanya ada 90 pengungsi.”

Dalam konferensi yang kedelapan ini, Indonesia mengajukan judul “Living Harmony with Volcano” dengan Gunung Merapi sebagai obyek utama. “Merapi merupakan laboratorium dunia kegunungapian,” kata Surono. Bahkan ilmuan dunia menyebut adanya letusan tipe Merapi.

Acara seminar digelar di Universitas Gadjah Mada, dan peserta juga ikut perjalanan ke puncak Gunung Merapi. Sebelumnya peserta juga dibawa ke ke Gunung Lokon, Sinabung, Ijen, dan Tambora.

Di kantor Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) juga diadakan pameran Volcano Edu. "Kami terbuka untuk masyarakat yang ingin lebih jauh soal gunung api," kata Hanik Humaida, koordinator pameran sains dan teknologi kegunungapian BPPTKG

No comments:

Post a Comment

Designed By Blogger Templates