Breaking News

Monday, September 8, 2014

Begini Cara Kerja Kafein pada Otak

Begini Cara Kerja Kafein pada Otak
Secangkir kopi di pagi hari bisa menjadi sumber energi bagi sebagian orang. Kandungan kafein yang paling banyak pada kopi diklaim mampu membuat tubuh segar dan menghilangkan lelah. Namun bagaimana kafein bekerja di otak kita untuk menghasilkan efek tersebut?

Sebuah saluran ilmu pengetahuan di YouTube, AsapSCIENCE, membuat video ilustrasi tentang efek kopi dalam otak. Dikutip dari Cnet, Selasa, 2 September 2014, di dalam otak terdapat reseptor adenosin, zat kimia yang membuat kita mengantuk. Jika adenosin berkurang, tubuh akan semakin segar. Sebaliknya, semakin banyak adenosin, tubuh akan semakin terasa lelah.

Hebatnya, struktur kafein mirip dengan reseptor adenosin. Setelah minum kopi, kafein secara otomatis akan menggantikan adenosin pada reseptor. Hilangnya adenosin akan membuat tubuh terasa lebih bertenaga dan segar.

Namun, semakin sering kita minum kopi, otak akan menghasilkan lebih banyak reseptor adenosin. Bersamaan dengan itu, tubuh jadi membutuhkan lebih banyak asupan kafein. Inilah yang menyebabkan minum kopi bisa membuat ketagihan. Jika kebutuhan kafein tidak terpenuhi, adenosin yang semakin banyak itu akan membuat tubuh lebih cepat dan mudah lelah.

Contohnya, ketika kita minum 150 miligram kafein dalam secangkir kopi, kandungan kafein akan berkurang hingga 75 mg setelah enam jam. Lalu kafein akan kembali berkurang hingga 37,5 mg pada enam jam berikutnya. Saat efek kafein berkurang, adenosin akan kembali muncul. Akhirnya, tubuh pun meminta asupan kafein yang baru.

Efek positifnya, kafein dapat membangun pasokan adrenalin yang akan meningkatkan denyut jantung, memompa darah, dan membuka saluran udara. Efek kafein juga diklaim bisa membuat orang lebih bahagia, sama seperti efek kokain pada tubuh.

No comments:

Post a Comment

Designed By Blogger Templates